Exclusive breast milk and types of complementary foods with nutritional status
DOI:
https://doi.org/10.35335/midwifery.v11i1.1228Keywords:
Exclusive breastfeeding, complementary breastfeeding, nutritional statusAbstract
Malnourished children will have low brain capacity or an empty brain phenomenon that will impact the quality of human resources. One of the factors that cause malnutrition in children is that children do not get exclusive breastfeeding and receive complementary foods not according to their age. This study aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding and complementary feeding with the nutritional status of children aged 4-7 months in the Working Area of ​​the Palakka Public Health Center, Barru District, South Sulawesi Province, Indonesia. This study used an analytic survey with a cross-sectional study design. Data was taken by total sampling from 54 children aged 4-7 months. Data on exclusive breastfeeding and types of complementary foods related to children's nutritional status using the Chi-Square test. This study showed that there was no relationship between exclusive breastfeeding and the type of complementary food breastfeeding with the nutritional status of children where the p-values ​​were 0.941 and 0.582, respectively. There was no relationship found between exclusive breastfeeding and the type of complementary food breastfeeding with the nutritional status of children. However, exclusive breastfeeding is further enhanced and provides nutritious complementary food according to the needs of children by utilizing local food sources.
Downloads
References
Aritonang, I. (2015). Memantau dan Menilai Status Gizi Anak, Aplikasi Standar WHO-Antro 2005. Leutika Books.
Arsyati, A. M., & Rahayu, Y. T. (2019). Budaya Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pada Bayi Usia Kurang dari 6 bulan di Desa Leuwibatu Rumpin. HEARTY: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 9–17.
Badan Pusat Statistik. (2013). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012. In Badan Pusat Statistik.
Dinas Kesehatan Kabupaten Barru. (2019). Profil Kesehatan Kabupaten Barru Tahun 2018. Dinas Kesehatan Barru.
Jannah, C. N. (2019). Pendampingan Masyarakat dalam Upaya Mencegah terjadinya Stunting di Desa Karangturi Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan melalui Tim Kader Posyandu. UIN Sunan Ampel Surabaya.
Lestari, M. U., Lubis, G., & Pertiwi, D. (2014). Hubungan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan Status Gizi Anak Usia 1-3 Tahun di Kota Padang Tahun 2012. Jurnal Kesehatan Andalas, 3(2), 188–190.
Namangboling, A. D., Murti, B., & Sulaeman, E. S. (2017). Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi dan Pemberian ASI Eksklusif dengan Status Gizi Anak Usia 7-12 Bulan di Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Sari Pediatri, 19(2), 91–96.
Ngenget, C. V, Kapantow, N. H., & Kawatu, P. A. T. (2017). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Status Gizi Anak Usia 6-24 Bulan di Kelurahan Kakaskasen I Kecamatan Tomohon Utara. KESMAS, 6(4), 1–9.
Ni’mah, C., & Muniroh, L. (2016). Hubungan tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan dan pola asuh ibu dengan wasting dan stunting pada balita keluarga miskin. Media Gizi Indonesia, 10(1), 84–90.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan (3rd ed.). PT Rineka Cipta.
Oktafirnanda, Y. (2018). Hubungan Pemberian MP-ASI dengan Kejadian Kontipasi pada Bayi Usia di Bawah 6 Bulan di Klinik “Pa†Hamparan Perak. Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan, 3(2), 73–81.
Rahayu, S., Djuhaeni, H., Nugraha, G. I., & Mulyo, G. E. (2019). Hubungan Pengetahuan, Sikap, Perilaku dan Karakteristik Ibu tentang ASI Eksklusif terhadap Status Gizi Bayi. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 4(1), 28–35.
Saputra, A. R. (2016). Peran Pemberian ASI Eksklusif terhadap Status Gizi dan Tumbuh Kembang pada Anak Usia Dini. Jurnal Agromedicine, 3(1), 30–34.
Sariy, R. B., Simanjuntak, B. Y., & Suryani, D. (2018). Pemberian MP-ASI Dini dengan Status Gizi (PB/U) Usia 4-7 Bulan di Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 3(2), 103–109.
Sasmiati, & Fitriyanti, E. (2017). Hubungan Konsumsi Susu Formula dengan Status Gizi Balita di Puskesmas Piyungan Bantul Yogyakarta. Universitas’ Aisyiyah Yogyakarta.
Septiani, W. (2014). Hubungan Pemberian Makanan Pendamping Asi Dini dengan Status Gizi Bayi 0-11 Bulan di Puskesmas Bangko Rokan Hilir. Jurnal Kesehatan Komunitas, 2(4), 148–153.
Siswati, T. (2018). Stunting. Husada Mandiri.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Alfabeta.
Timporok, A. G. A., Wowor, P. M., & Rompas, S. (2018). Hubungan Status Pekerjaan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kawangkoan. Jurnal Keperawatan, 6(1), 1–6.
UNICEF. (1998). The State of the World’s Children. Oxford University Press.
Utami, W. U. W., Muslima, E. M. I. P. E., & Putri, I. (2019). Hubungan Pemberian Makanan Pendamping ASI dengan Status Gizi Balita Usia 6-24 Bulan di Desa Sumberbendo Bubulan. Asuhan Kesehatan: Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan Dan Keperawatan, 10(2), 28–33.
Wardani, G. K. (2018). Hubungan Pemberian Makanan Pendamping ASI dengan Status Gizi Bayi Usia 6-24 Bulan. Jurnal Ilmiah Media Husada, 7(2), 70–75.


