Relationship between Occupation and Mother's Knowledge of Toddler Development and Stunting at Dabun Gelang Health Center, Dabun Gelang District, Gayo Luwes Regency in 2021

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Maya Sari
Cut Sari Dewi

Abstract

Malnutrition occurs since the baby is in the womb and in the early days of birth, but stunting only appears after the child is 2 years old (Kemenkeu, 2018). Children who experience stunting can experience impaired physical, mental, cognitive and intellectual development so that children are not able to learn optimally. Stunting children have low cognitive abilities, if not treated before reaching the age of five years, they can have an impact until adulthood and are at risk of death and will give birth to children with low birth weight (Soetjiningsih, 2013). The purpose of this study was to determine the relationship between mother's knowledge and work regarding the growth and development of toddlers with the incidence of stunting at the Dabun Gelang Health Center, Dabun Gelang District, Gayo Luwes Regency in 2021. The type of research conducted is descriptive analytical, the population in the study is 578 people and a sample of 57 people is taken, using Accidental Sampling. The data collected in the study is primary data, namely data obtained directly from respondents. The data analysis used is univariate analysis and bivariate analysis. The results of the study were that the majority of respondents lacked knowledge as many as 31 (54.4%) respondents with short stunting, 23 (40.3%%) respondents. From the results of statistical tests obtained P value of 0.003 <0.05, which means that there is a relationship between mother's knowledge about growth and development of toddlers with stunting. the majority do not work as many as 30 (52.6%) respondents with short 25 (43.8%) respondents. From the statistical test results obtained P value 0.000 <0.05, which means that there is a relationship between the mother's work on the growth and development of children under five with the incidence of stunting. It is hoped that health workers at the Dabun Gelang Health Center can encourage and foster the community to better maintain health and improve the growth and development of toddlers so as to minimize the risk of stunting

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Sari, M. and Dewi, C. S. (2022) “Relationship between Occupation and Mother’s Knowledge of Toddler Development and Stunting at Dabun Gelang Health Center, Dabun Gelang District, Gayo Luwes Regency in 2021”, Science Midwifery, 10(3), pp. 2332-2341. doi: 10.35335/midwifery.v10i3.648.

References

Anisa, P. (2012). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan di Kelurahan Kalibaru Depok Tahun 2012 Skripsi. Depok: Universitas Indonesia
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Rineka Cipta
Aritonang, Irianto. 2015. Memantau dan Menilai tatu Gizi Anak, Aplikasi Standart WHO-Antro 2005. Yogyakarta: Leutika Books
Astuti, E.P. 2017. Status Gizi Balita di Posyandu Melati Desa Sendangadi Melati. Sleman Yogyakarta. Jurnal Permata Indonesia. Vol. 8 No. 1 Mei 2017. 18-23. Diakses pada tanggal 7 Mei 2021
Bappenas. (2013). Kerangka Kebijakan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi Dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan (Gerakan1000 HPK). Jakarta. Diakses pada tanggal 7 Mei 2021 dari http://www.bappenas.go.id/files/7713/8848/0483/KERANGKA_KEBIJAKAN_-_10_SEPT_2013.pdf
Dahlia, S. (2012). Pengetahuan Pendekatan Positive Deviance Terhadap Peningkatan Status Gizi Balita. Media Gizi Masyarakat Indonesia,2(1): 1-5
Dewi, N. L. 2010. Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta: Salemba Medika
Donna, L, Wong. 2008. Buku Ajar Keperawatan Pediatric. Cetakan Pertama. Jakarta: EGC
Dyah, A.S. (2008). Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Makanan Bergizi dengan Status
Fikadu, T, dkk (2014). Faaktor associated with stunting among children age 24 to 59 months in Messkan District, Gurage Zone South Ethiopia: A case-control study. BMC Public Health, 14(800). Diakses dari http://www.biomedcentral.com/14712458/14/800
Gizi Balita Usia 1-3 tahun di Desa Lencoh Wilayah Kerja Puskesmas Selo Bayolali. Akbid Estu Utomo
Gibney MJ. 2008. Gizi Kesehatan Masyarakat .Jakarta: EGC
Gibon, R L (2011). Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Grove, S.K., Burn, N., & Gray, J. (2014). Understanding Nursing Research: Building An Evidance-Based Practice. Elseiver Health Sciences
Hapsari, W. 2018. Hubungan Pendapatan Keluarga, Pengetahuan Ibu tentang gizi, tinggi badan orang tua dan tingkat pendidikan ayah dengan kejadian stunting pada anak umur 12 – 59 bulan. journal of materials processing technology, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.1109/robot.1994.350900
Hidayat, A. A. 2009. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia: Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Hidayat, A.A. 2010. Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak. Jakarta. Salemba Medika
Ibrahim. 2015. Metode Penelitian Kualitatif. Bnadung. Alfabeta
Junaidi (2018). Hubungan Antara Pengetahuan Ibu dan Pola Makan Terhadap Status Gizi lebih Baik pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau Kota Kendari Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2018. Penanganan stunting terintegrasi di indonesia. Jakarta.
Khoirun (2015). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Kali Kedinding Kota Surabaya. Media Gizi Indonesia. Vo. 1 No. 1
Lastanto. (2015). Analisis Factor Yang Mempengaruhi Balita Gizi Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Cebongan. Skripsi. Fakultass Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri emarang
Mandala, David Aleksander. 2002. Analisa Hubungan Komunikasi Verbal dan Non Verbal Perawat Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien. Universitas Airlangga. Surabaya
Marni. 2013. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Marimbi, H. 2010. Tumbuh Kembang, Status Gizi dan Imunisasi Dasar Pada Balita. Yogyakarta: Nuha Medika
Mentari, S & Hermansyah, A. (2018) Faktor-faktor yang berhubungan dengan status stunting anak usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja UPK Puskesmas Siantan Hulu. Pontianak Nutr
Mitra, M (2015). Permasalahan Anak Pendek (stunting) dan intervensi untuk mencegah terjadinya stunting (suatu kajian kepustakaan). Jurnal Kesehatan Komunitas, 2(6), 254-261. https://doi.org/10.25311/jkk.vol2.iss6.85
Mubarak (2011). Promosi Kesehatan. Yogyakarta. Graha Ilmu
Mugianti, S. dkk. 2018. Factor Penyebab Anak Stunting Usia 25-60 bulan di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Jurnal Ners dan Kebidanan. Vol 5 no. 3 Desember 2018. Hlm 268-278. Diakses pada tanggal 7 Mei 2021
Ni’mah, C & Muniroh. 2016. Hubungan Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengetahuan dan Pola Asuh Ibu dengan Wasting dan Stunting Pada Balita Keluarga Miskin. Jurnal Media Gizi Indonesia. Vol. 10. No. 1. 84-90. Diakses pada tanggal 7 Mei 2021
Notoadmodjo, Soekidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. PT Rineka Cipta. Jakarta
Notoatmodjo ,Soekidjo. 2012,.Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta. Rineka Cipta
Nugroho, H. S. 2009. Petunjuk Praktis Denver Developmental Screaning Tes. Jakarta: EGC
Nursalam (2014). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Edisi III. Jakarta: Salemba Medika
Price, D.L. 2014. Pediatric Nursing: An Introductory Test. Canada: Elsevier
Peraturan Gubernur Aceh Nomor 14 Tahun 2019
Picauly I, Toy SM. 2013. Analisis Determinan dan Pengaruh Stunting Terhadap Prestasi Belajar Anak Sekolah di Kupang dan Sumba Timur, NTT. Jurnal Gizi dan Pangan. 8(1): 55-62
Ramayulis, dkk. 2018. Stop Stunting dengan Konseling Gizi. Jakarta: Penerbit Plus+
Renyoet, B. S. 2016. Estimasi Potensi Kerugian Ekonomi Akibat Stunting dan Obesitas pada Balita di Indonesia. Bogor. Institut Pertanian Bogor
Riskesdas. 2018. Riset Kesehatan Dasar. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta
Sandra, Fikawati dkk. 2017. Gizi Anak dan Remaja. Depok. Rajawali Pers
Setyawati. 2018. Kajian Stunting Berdasarkan Umur, dan Jenis Kelamin di Kota Semarang. Jurnal Universitad Research Colloqium
Sjahmen, M (2003). Ilmu Gizi Jilid 2. Jakarta: PT Bharatara Niaga Medan
Soetjiningsih, Gde R. 2013. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta. EGC
Sudirman, H (2008). Stunting atau Pendek: Awal Perubahan Patologis atau Adaptasi Kareana Perubahan osial Ekonomi yang Berkepanjangan. Media Litbang Kesehatan, 17(1):33-43
Suharni. 2017. Gambaran Kejadian stunting Pada Balita di Puskesmas Mantrijeron Kota Yogyakarta. Jurnal Ilmu Kebidanan. Vol. 7 No. 14. Universitas Aissyah Yogyakarta.
Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Pemilihan 10 Desa Prioritass di 100 Kabupaten/ Kota Prioritas Penanganan Kemiskinan dan Stunting. Jakarta. TNP2K. 2017
UNICEF. (2012). Ringkasan Kajian Gizi Ibu & Anak. Jakarta: Unicef Inonesia
Wahyuni, A.D (2015). Hubungan Karakteristik Keluarga dengan Kejadian Stunting pada anak usia 2-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Mranggen III Demak. Undip
Widanti, Y, A. 2016. Prevalensi, Faktor Resiko dan Dampak Stunting pada Anak Sekolah. Publikasi Ilmiah
Trihono, dkk. 2015. Pendek (stunting) di Indonesia, Masalah dan Solusi. Lembaga Penerbit Balitbangkes
Wahyuni, I. S. (2009). Hubugan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Status Gizi Anak Balita Di Desa Ngemplak Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar (Skripsi). Surakarta: Universitas Sebelas Maret
Wahyuni (2015). Hubungan Karakteristik Keluarga dengan Kejadian tunting pada Anak Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Mranggen III Demak. Skripsi. Undip
Waryana. (2016). Promosi Kesehatan, Penyuluhan, Dan Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Nuha Medika
Welasasih, BD. 2012. Beberapa faktor yang Berhubungan dengan Statuss Gizi Balita Stunting. The Indonesian Journal of Public Health. 8(3):99-104. Diakses dari http://download. portalgaruda.org/article.php article=90829&val=1114