The Effect of Nutrition Education on Knowledge and Practice of Bringing a Balanced Menu to Elementary School Children in Gonting Julu, Huristak District, Padang Lawas Regency in 2021
Keywords:
School Children supplies, Nutrition Education, Nutrition Knowledge, Balanced MenuAbstract
School age (ages 5 to 14 years), is a period of rapid growth and development, increasing physical activity such as playing, exercising or helping parents at work. Good nutritional intake in terms of quantity and quality is needed so that children's growth and development can be optimal. The diet of school-age children tends to be high in snacks and low in fruits and vegetables. The purpose of the study was to determine the Effect of Nutrition Education on Knowledge and Practice of Bringing a Balanced Menu to Elementary School Children in Gonting, Huristak District Padang Lawas Regency in 2021. This type of research is Quasy Experiment with a pre-experimental design with One Group Pretest Posttest design, the population in this study is all elementary school children in grades V and VI as many as 123 people, the sampling technique is purposive sampling, data is taken using a questionnaire and analyzed by paired test t-test The results of the study were that the majority of elementary school children lacked knowledge of 17 people (56.6%), after being given health education about nutrition, 18 people (60.0%), paired t-test results were given p = 0.002 (<0.005), while before given health education, elementary school children still rarely brought rice as many as 20 people (66.6%) and after it was done it increased to often bring rice as many as 24 people (80.0%) the results of the paired t-test test were p = 0.000 (<0.005). Based on the results of the study, it can be concluded that there is an influence of nutritional education on knowledge and practice of bringing a balanced menu to elementary school children in Gonting, Huristak District,
Downloads
References
Almatsier, S., Soetardjo, S., & Soekatri, M. (2011). Gizi seimbang dalam daur kehidupan. Jakarta (ID): PT. Gramedia Pustaka Utama.
Amalia, L., Endro, O.P., & Damanik, R.M. (2012). Preferensi dan frekuensi konsumsi makanan jajanan pada anak sekolah dasar di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Jurnal Gizi dan Pangan, 7(2), 119–126. Diakses dari journal.ipb.ac.id/index.php/jgizipangan/article/ view/12374.
Anindita, N. (2014). Pengaruh penyuluhan gizi terhadap pengetahuan, konsumsi pangan, dan status gizi siswa obesitas di SMPN 5 Bogor (Skripsi tidak dipublikasikan). Institut Pertanian Bogor, Bogor, Indonesia.
Azwar, S. (2013). Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset
Dwiriani, C.M. (2012). Pengaruh pemberian zat multi gizi mikro dan pendidikan gizi terhadap perilaku makan dan status besi remaja siswi SMP (Disertasi tidak diterbitkan). Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor, Indonesia.
Februhartanthy, J. (2015). Nutrition education: It has never been an easy case for Indonesia. Food and nutrition bulletin, 26(2), 267–274. Diakses dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/ pubmed/16075577. [Kemenkes] Kementerian Kesehatan.
Kemenkes RI, 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA
Kementerian Kesehatan. (2013). Laporan hasil riset kesehatan nasional 2013. Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI.
Khomsan A. (2013). Pangan dan gizi untuk kesehatan 2. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.
Marisa & Nuryanto. (2014). Pengaruh pendidikan gizi melalui komik gizi seimbang terhadappengetahuan dan sikap pada siswa SDN Bendungan di Semarang. Journal of Nutrition College. 3(4), 925–932. Diakses dari http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&article=270607.
Mohammad, A. & Madanijah, S. (2015). Konsumsi buah dan sayur anak usia sekolah dasar di Bogor. Jurnal Gizi dan Pangan, 10(1), 71–76. Diakses dari http://journal.ipb.ac.id/index.php/ jgizipangan/article/view/9315.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Rineka Cipta.
________. 2015. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan.Jakarta: Rineka Cipt
Nurmasyita, Widjarnako, B., & Margawati, A. (2015). Pengaruh intervensi pendidikan gizi terhadap peningkatan pengetahuan gizi perubahan asupan zat gizi, dan indeks massa tubuh remaja kelebihan berat badan. Jurnal Gizi Indonesia, 4(1), 38–47. Diakses dari https:// ejournal.undip.ac.id/index.php/jgi/article/ view/12326.
Nuryanto, Pramono A., Puruhita, N., & Muis S.F. (2014). Pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan dan sikap tentang gizi anak sekolah dasar. Jurnal Gizi Indonesia, 3(1), 32–36. Diakses dari https://ejournal.undip.ac.id/index. php/jgi/article/view/8751/7080.
Owais, A., Schwartz, B., Kleinbaum D.G., Suchdev PS, Faruque A.S.G., Das S.K., Rahman S., & Stein, A. (2017). A nutrition education program in rural Bangladesh was associated with improved feeding practice but not with child growth. American Society for Nutrition, 147(5), 948–954. Diakses dari https://www.ncbi.nlm. nih.gov/pubmed/28298543. Pahlevi, A.E. (2012). Determinan status gizi pada siswa sekolah dasar. Kesmas, 7(2), 122–126. Diakses dari https://journal.unnes.ac.id/artikel_ nju/kemas/2807.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2014 tentang pedoman gizi seimbang. Jakarta (ID): Direktorat Jendral Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.
Proverawati, A., Prawirohartono, E., & Kunjjoro, T. (2008). Jenis kelamin, pendidikan ibu, dan motivasi dari guru serta hubungannya dengan preferensi makan sekolah pada anak prasekolah di TK Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Jurnal Gizi Klinik Indonesia,
Sinaga, T. (2016). Gizi anak sekolah. Di dalam: Hardinsyah & Supariasa IDN. Ilmu gizi teori dan aplikasi. Jakarta (ID): EGC.
Supariasa, IDN. (2014). Buku Pendidikan & Konsultasi Gizi, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran


